5 Sebab Sulit Diterima Kerja padahal Pengalaman Kerja Banyak

5 Sebab Sulit Diterima Kerja padahal Pengalaman Kerja Banyak

5 Sebab Sulit Diterima Kerja padahal Pengalaman Kerja Banyak

ZOYAQQLOUNGE – Banyak pelamar kerja percaya diri dan yakin bisa di terima kerja di perusahaan baru karena sudah mengumpulkan banyak pengalaman kerja. Tapi nyatanya malah tetap sulit lolos di terima kerja. Akhirnya jadi berfikir negatif akan kemampuan diri, muncul rasa minder, hingga berprasangka buruk kepada perusahaan yang di cita-citakan itu.

Padahal faktanya, banyak penilaian yang di terapkan perusahaan untuk menerima karyawan baru. Hanya modal punya banyak pengalaman kerja masih belum cukup untuk meyakinkan pihak perusahaan. Tetap ada pertimbangan khusus yang di pegang oleh pewawancara.

Maka dari itu, penting sekali untuk mengetahui sebab apa saja yang bikin seorang pelamar kerja yang punya banyak pengalaman masih tetap di tolak perusahaan, di mana salah satunya ada yang tidak bisa di otak-atik, lho.

1. Post atau nama baik di sosial media di nilai jelek

Perusahaan meminta akun sosmed para pelamar bukan tanpa alasan, melainkan ingin melihat seperti apa kepribadian sesungguhnya si pelamar di sosmednya. Tahukah kalau sekarang sudah banyak perusahaan menilai apakah si pelamar layak di terima atau tidak dengan menganalisa isi postingan sosial media para pelamar.

Jadi, ketika staf HRD sedang berkunjung ke sosmed satu orang pelamar lalu di nilai punya banyak masalah, seperti pernah viral di sosmed karena perbuatan buruk, atau sering posting foto tidak pantas, ini bisa bikin kesempatan si pelamar itu untuk diterima kerja kecil meski punya banyak pengalaman kerja.

2. Perusahaan memang batal menerima karyawan baru

Khusus sebab yang satu ini lebih kepada faktor eksternal, jadi si pelamar tidak bisa berbuat apa-apa. Setiap perusahaan selalu bergerak maju. Keputusan yang di buat terkadang juga di luar prediksi.

Misalnya, seorang staf HRD akan menghubungi satu pelamar yang telah di wawancarainya besok untuk mengabari bahwa dia lolos di terima kerja. Tapi atasan malah menyuruh untuk membatalkannya karena tiba-tiba perusahaan tidak membutuhkan karyawan baru di karenakan ada perubahan sistem.

Ada juga sebab lain yang tidak bisa di prediksi. Misalnya perusahaan tiba-tiba mendapatkan nama kandidat yang di nilai lebih bagus. Kandidat itu rupanya hasil rekomendasi oleh salah satu karyawan di kantornya. Jadinya, perusahaan malah menerima si kandidat yang namanya lebih direkomendasikan oleh karyawannya sendiri.

3. Di tanya soal gaji, mintanya terlalu tinggi

Ketika sesi interview, biasanya ada sesi diskusi mengenai berapa gaji yang di inginkan oleh si pelamar, entah saat di sesi interview pertama atau tahap kedua. Staf HRD sebenarnya sudah punya catatan besaran gaji yang akan di dapat oleh pelamar jika lolos di terima. Ketika pelamar mengajukan gaji yang terlalu besar atau di luar kesanggupan perusahaan, HRD jadi berfikir dua kali untuk menerima karyawan tersebut.

Memang, sih, pelamar yang sudah punya banyak pengalaman kerja pasti ingin mendapatkan jabatan lebih tinggi dengan jumlah gaji yang juga makin banyak. Misalnya, ada pelamar punya pengalaman di bidang marketing bertahun-tahun. Kemudian melamar kerja di perusahaan baru sebagai marketing manager. Tapi karena gaji yang di sebutkannya di luar kemampuan perusahaan, jadinya batal untuk di loloskan.

4. Bahasa tubuh tidak cocok dengan jabatan yang di inginkan

Seorang pelamar yang punya banyak pengalaman kerja, juga harus tetap memperhatikan bahasa tubuh saat interview kerja. Memberikan bahasa tubuh yang baik menjadi salah satu faktor lahirnya keputusan HRD apakah yakin untuk meloloskan atau malah di-skip aja.

Misalnya, katakanlah ada pelamar Ingin mendapatkan jabatan sebagai marketing manager. Tapi saat sesi interview tidak mampu meyakinkan HRD kalau di rinya pantas untuk jabatan itu. HRD melihat si pelamar tidak bisa memberikan kontak mata yang baik, terlihat grogi, ekspresi wajah tidak terlihat excited, malu untuk tersenyum, postur tubuh tidak tegak saat duduk, dan bahasa tubuh kurang baik lainnya.

Bahasa tubuh kurang baik seperti itu tentu kurang cocok di miliki oleh orang yang jabatannya sebagai marketing manager atau untuk jabatan yang lebih tinggi lainnya. Sehingga, perusahaan jadi ragu-ragu untuk meloloskannya.

5. Penampilan di nilai tidak cocok dengan jabatan yang di inginkan

Hampir sama seperti sebab nomor empat, penampilan di nilai tidak cocok dengan jabatan yang di inginkan pelamar bisa membuat HRD ragu-ragu untuk meloloskan. Penampilan pelamar menjadi hal pertama yang di lihat ketika memasuki ruangan interview. Mau sedikit atau banyak catatan pengalaman kerjanya, jika penampilan dinilai rendah juga bikin untuk sulit lolos diterima kerja.

Sebenarnya simple untuk masalah yang satu ini. Cukup terlihat rapi dengan pakaian sesuai sama bidang pekerjaan yang dilamar sudah cukup mendapatkan nilai baik. Beberapa hal soal penampilan lainnya yang perlu diperhatikan para pelamar, yakni jas atau kemeja jangan terlihat kusut, rambut dipotong rapi, wajah bersih, badan wangi, dan tidak bau mulut.

Cara melamar kerja supaya berpotensi besar lolos diterima juga memiliki aturan tersendiri. Sehingga, penting banget untuk tahu ilmunya. Setelah tahu semua hal di atas, semoga kamu makin semangat untuk melamar kerja.

Dapatkan Jackpot Berkali kali Lipat Hanya di Games Zoyaqq
klik disini : 📷https://heylink.me/ZOYAQQ/

ADMIN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *